Area wisata di Kota Pariaman mulai menguji cobakan penerapan sistem pembayaran parkir secara elektronik e-parking bagi para pengunjung kendaraan. Langkah digitalisasi pembayaran ini diluncurkan untuk meningkatkan transparansi penerimaan retribusi daerah serta mencegah kebocoran anggaran akibat praktik pungli. Pengunjung objek wisata kini cukup melakukan pemindaian kode QR atau menggunakan kartu uang elektronik saat membayar retribusi parkir kendaraan mereka. Sistem baru ini menjamin kepastian tarif parkir sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku resmi tanpa ada kenaikan sepihak.
Dalam proses sosialisasi di lapangan, para juru parkir kawasan wisata dibekali dengan perangkat mesin Electronic Data Capture EDC portable dan pelatihan penggunaan. Petugas mendampingi para juru parkir dalam melayani transaksi digital para wisatawan yang memarkirkan kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengunjung merasa sangat terbantu dengan adanya opsi pembayaran non-tunai ini karena prosesnya cepat, praktis, dan menyajikan bukti resi resmi. Penerapan teknologi digital ini sekaligus merubah citra juru parkir menjadi lebih profesional dan terpercaya di Pariaman.
Penerapan pembayaran digital di area wisata pantai Pariaman terbukti ampuh menghapuskan keberadaan juru parkir liar yang sering meresahkan para pelancong. Wisatawan kini tidak perlu khawatir ditagih tarif parkir fiktif yang melambung tinggi saat memasuki musim libur padat pengunjung. Penerimaan Pendapatan Asli Daerah PAD sektor pariwisata dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sejak digunakannya sistem parkir elektronik tersebut. Pemerintah kota Pariaman membuktikan bahwa modernisasi pelayanan publik dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi pariwisata daerah.
Pemerintah Kota Pariaman berencana untuk menerapkan sistem pembayaran parkir elektronik ini secara menyeluruh di semua objek wisata unggulan daerah. Kampanye penggunaan uang elektronik terus digalakkan kepada masyarakat lokal dan para pedagang di sekitar kawasan destinasi wisata. Dukungan dari bank penyedia jasa keuangan digital makin memperlancar proses transaksi keuangan di lokasi parkir umum. Kota Pariaman terus bertransformasi menjadi kota wisata cerdas berbasis pelayanan teknologi digital yang terintegrasi.
Melalui keberlanjutan inovasi parkir digital ini, diharapkan kenyamanan dan daya tarik pariwisata Kota Pariaman semakin meningkat di mata publik. Pengawasan dan evaluasi berkala terhadap kinerja juru parkir digital di lapangan akan terus dilakukan oleh tim dinas perhubungan. Keberadaan area wisata yang tertib, bersih dari pungli, dan canggih akan membuat para pengunjung merasa betah berlibur di Pariaman. Kota Pariaman siap menjadi contoh sukses digitalisasi retribusi pariwisata bagi daerah lainnya di Indonesia.
