Pemerintah Kota Pariaman meluncurkan inovasi modern dalam mengelola penataan kawasan kendaraan di pusat keramaian dan objek wisata pantai. Pengelola memfungsikan fasilitas kantong parkir berbasis sistem otomatisasi yang terintegrasi dengan aplikasi digital di ponsel pintar pengemudi. Terobosan ini dihadirkan untuk mengatasi kesemrawutan parkir liar yang selama ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan para pengunjung. Dengan sistem baru ini, pengendara dapat memantau ketersediaan slot parkir secara real-time sebelum tiba di lokasi tujuan mereka.
Penerapan teknologi baru ini dilengkapi dengan palang pintu otomatis serta kamera pemindai plat nomor kendaraan yang berakurasi tinggi di pintu masuk. Penggunaan kantong parkir digital ini meminimalisir transaksi tunai yang rawan bocor dan mengurangi potensi pungutan liar di kawasan wisata. Pengunjung cukup memindai kode unik dari aplikasi atau kartu elektronik untuk melakukan pembayaran retribusi parkir secara transparan dan cepat. Penataan sistem ini mengubah tata kelola perparkiran daerah menjadi jauh lebih modern, aman, dan akuntabel bagi semua pengguna.
Selain memberikan kemudahan pembayaran, fasilitas area parkir terpadu ini dijamin keamanannya berkat kamera CCTV yang memantau selama dua puluh empat jam. Lokasi kantong parkir terpusat ini juga mengurangi beban penumpukan kendaraan yang biasa memadati bahu jalan utama kota Pariaman pada akhir pekan. Pengemudi tidak perlu lagi membuang waktu memutar kendaraan mencari tempat kosong karena status kapasitas parkir disajikan secara langsung lewat aplikasi. Efisiensi ini memberikan kepuasan tersendiri bagi para wisatawan yang datang berkunjung.
Para juru parkir lokal juga diberdayakan dan dilatih menjadi operator sistem otomatis demi mendukung keberlanjutan program digitalisasi perparkiran ini. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai tata cara pelayanan konsumen serta penggunaan perangkat keras pembayaran elektronik. Transformasi dari sistem konvensional menuju sistem berbasis teknologi ini terbukti meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor retribusi perparkiran. Masyarakat merasa lebih nyaman karena kendaraan mereka terparkir secara rapi di area beratap yang aman.
Langkah sukses penerapan sistem parkir pintar ini akan direplikasi ke beberapa titik keramaian lainnya di Kota Pariaman, seperti pasar tradisional dan alun-alun. Pihak pengelola terus memperbarui performa aplikasi agar semakin ringan dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan Pariaman dapat menjadi contoh sukses penataan perparkiran perkotaan modern di wilayah Sumatra Barat. Tertatanya lalu lintas dan perparkiran menjadi modal utama dalam memajukan potensi wisata dan perekonomian daerah.
